Beberapa Hal Yang Menakutkan Dalam Mengasuh Anak

Menjadi orangtua merupakan pekerjaan terbaik yang pernah orang lakukan, namun jika tidak dilakukan dengan cara yang baik maka menjadi orangtua terkadang menjadi hal yang mengerikan. Saat anda dikarunia buah hati, anda pasti mulai menjalani siklus yang terdiri dari mengawasi, cemas, dan terbangun dengan rasa takut.  Sebenarnya ketakutan anda dalam menjalani peran sebagai orangtua itu tidak perlu terjadi, karena yang harus anda lakukan hanya menikmati saja apa yang telah Tuhan augerahkan terhadap anda.

Sebagai orangtua memang wajar dan pasti menginginkan anaknya menjadi pribadi yang berguna bagi siapapun. Namun terkadang ada ketakutan tersendiri saat orangtua harus mendidik dan mengasuh anak sampai kelak buah hati tersebut dewasa. Lalu apa saja yang menjadi ketakutan orangtua saat mengasuh dan mendidik anak? Berikut diantaranya:

  • Orangtua akan cemas bahkan takut kalau sampai anaknya menuruni sikap buruk yang anda miliki. Misal saja orangtua mengalami perceraian, maka yang anda takutkan adalah anak akan mengalami hal yang sama. Namun sebaiknya ada jangan beranggapan begitu karena itu hanya sebuah dugaan yang belum tentu benar terjadi dikemudian hari. Sebelum ditemukan psikoanalisis, sifat atau kebiasaan yang menurun ini dianggap normal.
  • Ketakutan yang kedua adalah mengenai penyakit. Sering anda mendengar siaran berita tentag penyakit mengerikan yang menyerag anak-anak, atau melihat penderitaan orangtua lain yang anaknya sakit parah, hati anda menjadi ciut dan tak henti-hentinya berdoa, minta anak dan keluarga anda dijauhkan dari penyakit ini. Yang harusnya anda lakukan adalah menjaga kesehatan dan gizi buah hati anda ketimbang mencemaskan hal tersebut. Berdoa memang wajib, namun jangan sampai anda menjadi ketakutan, karena hal itu justru akan menghambat anda dalam mendidik sang anak.
  • Selanjutnya adalah anda takut jika sampai memarahi anak. Misal saja, saat ada libur akhir pekan dan sedang bersama anak menyaksikan televisi dirumah dan anak anda menonton film kesukaanya, seteah itu film habis dan anak menjadi nangis karena tidak mau berhenti menonton film tersebut, karena sudah dibujuk namun anak tetap saja masih menangis sehingga membuat anda menjadi marah. Hal tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi jika anda adalah orangtua kreatif, karena sekarang film apapun bisa dibuka dan dilihat lewat youtube di android. Intinya, sebagai orangtua adalah dituntut untuk kreatif mengahadapi rengekan anak.
  • Menyamaratakan dengan anak orang lain adalah ketakutan selanjutnya. Misal saja anak anda sudah waktunya berjalan namun ternyata belum, sementara anak tetangga sudah. Anda menjadi takut dengan hal tersebut, namun setiap anak itu tumbuh dan berkembang tidak sama. Toh kalau sudah sama-sama dewasa (antara anak anda dengan anak tetangga) tetap bisa berlari bersama kan? Ketakutan semacam ini tidak perlu, yang perlu diperhatikan adalah kesehatan dan gizi anak harus seimbang agar anak tumbuh sesuai dengan harapan.
  • Takut tak bisa membiayai sekolah anak. Selama anda ada kemauan dan usaha, pasti akan ada hasil. Hal ini adalah pengalaman pribadi penulis, dimana orangtuanya adalah seorang petani dan kadang menjadi tukang ojek, namun kedua anaknya bisa mengenyam pendidikan tingkat sarjana.
  • Yang selajutnya dalah takut anak kecelakaan dirumah. Sebelumnya anda takpernah menyadari, bahwa meja kopi,kursi malas atau rak buku merupakan komponen dari zona bahaya yang sebelumnya dikenal sebagai ruang keluarga. Ketakutan yang menurut penulis adalah sesuatu yang positif karena anda akan menjadi lebih hati-hati dalam menaruh barang agar anak tidak mengalami kecelakaan.

Seperti yang sudah penulis katakan diawal, nikmati saja setiap momen dalam mengasuh dan mendidik anak. Jadikan ketakutan anda itu sebagai motivasi agar berbuat yang terbaik untuk buah hati. Semoga buah hati anda tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berguna bagi siapapun dan dimanapun. Sebuah artikel singkat dari penulis, semoga bermanfaat.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*