Diagnosa dan Cara Pencegahan Urtikaria Atau Biduran

Setelah pada artikel sebelumnya saya membahas tentang penyebab urtikaria atau biduran, sekarang saya akan bahas diagnosa dan cara pencegahan urtikaria atau biduran. Urtikaria bisa diketahui dengan cara:

 

  • Memeriksa ruam yang ada pada kulit secara langsung.

 

  • Anamnesa mulai dari kapan dan bagaimana biduran muncul, lalu apakah ada riwayat mengonsumsi obat atau makanan yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya, dan apakah ada perubahan pada keadaan lingkungan.

 

  • Pemeriksaan penunjang meliputi: pemeriksaan darah, air seni dan tinja, tes imunologis dan tes kulit.

 

Pencegahan urtikaria itu ada bisa dilakukan dengan beberapa hal dibawah ini:

 

  • Hindari alergen yang diketahui dapat memicu timbulnya urtikaria, seperti beberapa jenis makanan atau penyedap makanan.

 

  • Kenali dan hindari jenis obat yang dapat memicu urtikaria.

 

  • Hindari stres.

 

  • Biasakan pola makan yang sehat dengan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan serta banyak minum air putih.

 

  • Jaga kebersihan badan dan tempat tinggal. Biasakan hidup bersih.

 

Urtikaria bisa juga menjadi bagian dari gejala anafilaksis, anafilaksis adalah sebuah reaksi alergi yang parah dan terjadi secara tiba-tiba hingga dapat menyebabkan kematian. Kondisi ini dianggap sebagai keadaan darurat karena beberapa gejalanya yang ekstrem. Berikut ini adalah gejala-gejala anafilaksis lainya:

 

  • Pembengkakan pada kelopak mata, bibir, tangan dan kaki.

 

  • Sesak napas yang disebabkan oleh penyempitan saluran udara.

 

  • Sakit perut dan muntah-muntah.

 

  • Pengobatan urtikaria.

 

 

Itulah beberapa pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya penyakit urtikaria atau biduran. Semoga artikel singkat tersebut bermanfaat bagi anda semua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*