MCHIP Sebagai Pendeteksi HIV/AIDS, Beserta Cara Penggunaanya

Perkembangan teknologi di dunia medis sangat berkembang pesat. Salah satunya adalah Microfluidic Chip (Mchip), sebuah tekonologi yang diciptakan Samuel Sia, seorang Profesor dari Colombia University, New York. Ia mengembangkan alat pendeteksi HIV dengan biaya produksi hanya US$1 per unit dan bisa memberikan hasil akurat, yakni mendekati 100 %.

Beberapa keunggulan lain alat ini antara lain:

  • Cepat Dan Akurat
    Mchip telah melalui serangkaian uji coba di Kigali, Rwanda. Keakuratan tesnya mencapai 95% untuk HIV, dan 76% siphilis. Tekonologi Mchip ini hanya memerlukan beberapa sentuhan jari untuk mendiagnosis pasient tertentu dalamhitungan menit saja. Kalau dibandingkan dengan tes darah di dokter, hasilnya mungkin akan keluar sehari, seminggu, atau bahkan sebulan kemudian. Tentunya hal tersebut memakan waktu yang lama dan dapat memberikan beban pikiran tersendiri. Dengan alat ini, hasil test dapat diketahui hanya dalam 15 menit saja.
  • Mudah Dibawa dan Dipakai
    Tujuan dibuatnya peragkat ini adalah untuk miniaturisasi kompleksnya tes darah di laboratorium menjadi sesuatu yang dapat di pegang tangan dengan hanya seukuran kartu kredit. Dengan demikian, orang dapat melakukan sendiri mengambil setetes darah dengan cara membuat tusukan pada jari, lalu menempelkanya pada perangkat tersebut. Tunggu sekitar 15 menit untuk mendapatkan hasil.
  • Prinsip Mchip Untuk Deteksi HIV-1
    Mchip merupakan sebuah teknologi yang dapat digunakan secara efektif sebagai uji deteksi HIV-1. Komponen dari Mchip terdiri dari 10 zona detektor yang digunakan sebagai ruang untuk menguji sampel spesimen dan melihat hasil uji antibiotik HIV-1, tabung sampel spesimen sebagai area untuk mengalirkan spesimen uji kedalam detektor, cairan perak sebagai pengikat spesimen dan memberikan perubahan warna kontras pada hasil uji, dan naopartikel emas sebagai komponen tambahan dalammendeteksi antibodi HIV-1.

Tekonologi Mchip dikembangkan berdasarkan prinsip ELISA, yaitu menggunakan spesimen berupa cairan rongga mulut atau plasma darah pasien. Prinsip aplikasi Mchip dalam mendeteksi anbodi HIV-1 dengan menginstruksikan pengguna untuk meletakkan spesimen uji berupa serum darah atau cairan rongga mulut dan memasukkanya kedalam tabung sampel spesimen, sehingga sampel uji mengalir menuju ke dalam zona detektor yang sudah dilabel dengan antibodi terhadap HIV-1. Ikatan antigen antibodi yang terjadi dalam zona detektor menyebabkan terjadi reaksi perubahan warna yang hanya bisa dilihat dengan menggunakan reader techno Mchip.

Hasil uji dinyatakan positif, apabila nampak garis warna kebiruan pada satu atau lebih zona detektor. Apabila tidak ditemukan perubahan garis warna kebiruan (hanya ditemukan garis berwarna perak) pada zona detektor, maka hasil dinyatakan negatif. Adapun ketersediaan alat ini di Indonesia mungkin bisa dijangkau dalam beberapa waktu ke depan.

Itulah sedikit penjelasan mengenai Mchip sebagai pendeteksi HIV/AIDS yang akurat dan cepat. Semoga bermanfaat bagi anda semua.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*