Penyebab, Gejala dan Pengobatan Penyakit Antraks

Antraks berasal dari bahasa Yunani yang berarti batubara. Hal ini disebutka karena seorang yang mendeita antraks tubuhnya akan berubah menjadi hitam legam seperti batubara yang hangus terbakar api. Penyakit ini termasuk ganas, mematikan dan paling mudah menular. Pada umumnya antraks menyerang mamalia herbivora liar yang telah dijinakkan, seperti lembu, kambing,kuda, antelop, kijang dan sejenisnya. Namun karena adanya interaksi antara manusia dengan hewan tersebut maka penyakit ini bisa saja menular pada tubuh manusia (zoonosis). Pada artikel kali ini akan saya bahas penyebab dan cara pengobatan  penyakit antraks itu.

 

Pada dasarnya penyakit antraks terbagi menjadi 4, yaitu antraks kulit, antraks saluran pencernaan, antarks paru-paru dan antraks meningitis. Tapi cara penularan, masa inkubasi, tingkat kerusakan, gejala, diagnosa dan pengobatanya hampir sama.

 

Penyebab dan Penularan Penyakit Antraks

Penyakit antraks berasal dari bakteri bacillus anthracis yang hidup di tanah lembab, air keruh dan tempat-tempat kotor lainya. Mikroorganis ini bentuknya basil-bakteri gram positif yang dapat membentuk spora dan bertahan hingga beberapa tahun di tanah. Setelah masuk kedalam tubuh hewan, spora akan berkembang menjadi sel vegatatif (salah satu sel yang terdapat pada hewan) dan akan terus membelah dan masuk kedalam peredaran darah inangnya (hewan yang terjangkit). Setelah spora anthrax menyerang pada hewan yang terjangkit maka seluruh bagian tubuh dari binatang tersebut rentan menular terhadap manusa.

 

Ada tiga jalan spora antraks dari hewan menular ke tubuh manusia.  Melalui saluran pernapasan (inhaled anthrax), yaitu kotoran hewan yang terjangkit dimana spora antraks terbawa udara atau debu yang terhirup mausia. Atau terbawa lalat yang hinggap di makanan lalu tertelan manusia. Kedua melalui selaput lendir atau kulit yang terluka (cutaneous anthrax), dimana air liur atau kotoran hewan yang terjangkit bersentuhan langsung dengan selaput lendir atau luka pada kulit mausia. Ketiga, daging hewan terkena antraks yang dikonsumsi manusia (gastrointestinal anthrax). Dari ketiga cara tersebut, spora antraks masuk ke dalam tubuh manusia berkembang melalui darah dan merusak bagian-bagian penting organ tubuh.

 

Gejala yang Terlihat Pada Penyakit Antraks

Bila spora antraks sudah memasuki tubuh seseorang maka dalam tempo 2 hari penderita akan merasakan mual,pusing, hilang nafsu makan, perut  melilit, demam tinggi dan cairan muntah berwarna coklat hingga hitam dan berbau tidak sedap. Di  bagian luar tubuh muncul bisul-bisul berwarna merah terasa nyeri, gatal, jika pecah menjadi borok, jaringan kulit membengkak dan berubah hitam.

 

Daignosa dan Pengobatan

Setelah penderita mengalami gejala-gejala di atas, Dokter akan mengambil sampel darah untuk menjalani pemeriksaan di laboratorium. Jika positif mengidap antraks maka akan diberikan vaksn pelemah bacillus anthracis yang berasal dari toksin. Vaksin ini terdiri dari poly D-glutamic acid yang tidak berbahaya (non toksin) dan plasmid pX02, berfungsi untuk melindungi sel dari fagositosis (pelindung tubuh dari serangan toksin asing). Akan tetapi jika spora anthrax yang sudah masuk ke tubuh tersebar di dalam darah, maka sel darah putih akan membentuk sistem pertahanan yang di dukung oleh poly D-glutamic acid dan plasmid pX02 yang fungsinya membantu memperkuat imun. Tapi jika spora dari pembuluh darah terakumulasi dalam sistem limpa dan racun sudah tersebar, maka akan terjadi infeksi baru. Racun dan toksin akan mengakibatkan pendarahan internal (internal bleeding), sehingga terjadi kerusakan pada beberapa jaringan bahkan organ utama. Pada stadium ini antibiotik apapun tidak akan berguna lagi, penderita harus menjalani pengobatan secara intensif dan pengawasan khusus.

 

Itulah penyebab dan cara pengobatan penyakit antraks pada manusia. Semoga bermanfaat bagi anda semua.

Related Post

1 Trackback / Pingback

  1. Cara Pengobatan Penyakit Antraks | Jurnal Perawat

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*