Ragam Permainan Yang Dapat Mengasah Perkembangan Anak

Pendidikan anak sebelum sekolah sangat penting untuk mendukung pola berfikir dalam belajar di waktu memasuki bangku sekolah di mana anak perlu rangsangan dalam perkembangannya. Rangsangan itu biasanya berupa stimulasi lewat mainan dan permainan. Dengan bermain akan memudahkan anak dalam belajar.

Macam-macam permainan yang dapat merangsang perkembagan anak di antaranya :

Bermain Sosial

  • Bermain soliter atau bermain seorang diri, dalam permainan ini anak bermain tanpa memperhatikan apa yang dilakukan anak lain.
  • Bermain sebagai penonton atau pengamat, di mana anak bermain sendiri sambil melakukan pengamatan terhadap apa yang terjadi di sekitar ia bermain. Mungkin anak terlihat pasif tetapi anak dapat menyerap atau cukup peduli ada apa yang terjadi dengan teman-temannya.
  • Bermain pararel, bentuk permainan ini anak-anak bermain bebarengan tetapi masing-masing bermain sendiri-sendiri atau tidak berbicara antara anak yang satu dengan yang lain.
  • Bermain asosiatif, dalam permainan ini anak bermain bersama-sama tetapi dalam permainan ini tanpa tujuan atau tidak struktur. Misalnya sekelompok anak bermain peran binatang. Yang satu menjadi harimau dan mengejar anak lain. Namun di kelompok itu ada anak-anak yang aktif mengikuti permainan tetapi ada juga anak yang pasif.
  • Bermain kooperatif : yaitu anak bermain bersama dengan peran yang saling mengisi. Dimana anak-anak yang lerlibat saling berinteraksi.

Bermain dengan Benda

  • Dalam permainan ini anak memainkan suatu benda dengan tujuan eksploratif misalnya, bermain dengan kardus yang ditumpuk menjadi dinding.
  • Bermain simbolik, biasanya dalam permainan ini anak menggunakan daya imajinasinya. Misalnya, kotak kardus dijadikan atau diumpamakan sebagai pesawat terbang.
  • Bermain dengan peraturan contohnya permainan yang menunjuk siapa yang bertugas”jaga”dan siapa yang dapat giliran “main”, entah itu berlari, sembunyi, lompat karet dan lain sebagainya. Jenis permainan ini mencakup olahraga seperti bulutangkis dan sepak bola.

Bermain Sosio-dramatik

  • Dalam permainan ini anak-anak bermain dengan melakukan imitasi, contohnya menirukan gaya orang atau objek tertentu. Contohnya berpura-pura menjadi seorang ibu, menjadi kerbau, menirukan gerak, atau menirukan suara. Permainan ini membutuhkan ketekunan.

Itulah beberapa permainan yang dapat mengasah perkembangan anak.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*