Resiko Membeli Ponsel Garansi Distributor Independen

Saat anda membeli ponsel baru, anda mungkin pernah disodori ponsel bergaransi distributor independen. Penjaga toko ponsel lazim menyebutnya “garansi distributor”. Ini sebenarnya sama saja dengan garansi resmi, dan harganya cenderung lebih murah. Namun demikian, saya menyarankan untuk membeli produk ponsel dengan garansi resmi pabrik. Hal ini disebabkan kadang resiko ekstra yang tidak dijelaskan kepada calon pembeli. Resiko membeli ponsel garansi distributor antara lain:

  • Belum Tentu Asli Barang Baru
    Memang saat anda membeli produk garansi distributor, kardus masih tersegel dan anda beraggapan bahwa barang itu benar-benar masih baru. Padahal kenyataanya belum tentu demikian, karena sebagian pelaku bisnis ponsel bergaransi distributor independen melakukan praktek bisnis yang kurang bijak.

    Mereka acapkali menjual ponsel rekondisi, atau dengan kata lain adalah ponsel yang bukan baru dipermark sehingga menyerupai baru. Misal saja ada sebuah ponsel bekas, namun fungsi di dalamnya masih bagus, hanya luarnya sudah banyak goresan, maka pelaku akan mengganti casing baru dan menghapus semua data sehingga akan nampak seperti ponsel baru.

  • Spesifikasi Berbeda
    Kadang ponsel yang dikalim baru belum tentu ponsel tersebut akan diedarkan di sini (Indonesia), mungkin ponsel itu adalah ponsel yang dipasarkan di Tiongkok. Kala diaktifkan, ada banyak aplikasi dan menu yang berbahasa Tiongkok. Ponsel tersebut tidak dibekali Play Store, akibatnya anda harus menempuh langkah ekstra kala ingin menginstal aplikasi tambahan.

    Spesifikasi ponsel yang mestinya beredar di luar negeri juga belum tentu sama dengan Indonesia. Ketidak sesuaian frekuensi, misalnya membuat anda tidak bisa menikmati layanan internet dengan kecepatan tertinggi yang ditawarkan operator GSM Indonesia.

  • Tidak Mendapatkan Aksesoris Orisinal
    Seperti yang sudah saya kemukakan diawal, bahwa ponsel distributor independen sebagian adalah rekondisi, maka sudah jelas bahwa barang yang dipakai untuk mengganti adalah bukan akseseoris asli dari pabrik. Jikapun ponsel itu benar-benar baru, maka handsfree, kabel data, baterai, charger yang disertakan belum tentu orisinal.
  • Tempat Klaim Garansi Tidak Jelas
    Kebanyakan pembeli ponsel yang mengalami kerusakan akan kebingungan mengklaim garansi tersebut, karena alamat yang tertera tidak akurat. Dan juga konsumen ponsel garansi distributor independen akan menunggu lama sekali sampai ponselnya kembali pada saat proses garansi itu berlangsung. Berbeda sekali dengan ponsel garansi resmi, pembeli hanya mengantar barang yang rusak ke toko tempa dimana mereka membeli, setelah itu akan langsung diproses dengan cepat (bahkan kebanyakan akan langsung mendapatkan ganti dengan ponsel baru).
  • Berusaha Menghanguskan Garansi
    Kalau saja pemilik ponsel menemukan pusat perbaikan, bukan berarti segalanya akan menjadi lacar. Pengalaman yang pernah saya temui adalah mereka akan berusaha menghanguskan garansi, misal saja ada goresan kecil, maka pihak distributor independen akan mengatakan bahwa kerusakan akibat pernah terjatuh. Atau kasus lain adalah mengatakan bahwa ponsel terkena air tapi tidak pernah diketahui oleh pembeli.

    Intinya mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghapus garansi tersebut, dan disini jelas pembeli tetap akan menjadi pihak yang rugi.

Bijaklah menjadi pembeli, pilihlah ponsel dengan garansi resmi pabrik agar anda bisa mendapatkan pelayanan maksimal. Harga ponsel garansi resmi memang sedikit lebih mahal dari garansi distributor, namun anda akan mendapatkan apa yang menjadi hak anda. Semoga bermanfaat bagi anda

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*